Selasa, 25 Juni 2013
Tuhan Sembilan Senti
Oleh : Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,Di sawah petani merokok,di pabrik pekerja merokok,di kantor pegawai merokok,di kabinet menteri merokok,di reses parlemen anggota DPR merokok,di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,di perkebunan pemetik buah kopi merokok,di perahu nelayan penjaring ikan merokok,di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'imsangat ramah bagi perokok,tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,di ruang kepala sekolah ada guru merokok,di kampus mahasiswa merokok,di ruang kuliah dosen merokok,di rapat POMG orang tua murid merokok,di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,Di angkot Kijang penumpang merokok,di bis kota sumpek yang berdiri yang dudukorang bertanding merokok,di loket penjualan karcis
Minggu, 23 Juni 2013
BBM disubsidi adalah omong besar
| ||||
Jumat, 21 Juni 2013
Andai BBM tidak disubsidi
Apa yang Anda bayangkan seandainya BBM tidak disubsidi oleh Pemerintah? Dijual lewat mekanisme pasar? Mengutamakan proses supply dan demand? Tentulah semua setuju harganya pasti melambung tinggi, mahal, tidak seperti yang kita nikmati selama ini.
Selain itu, semua orang pasti setuju dengan tingginya harga BBM tersebut menimbulkan efek terhadap harga barang kebutuhan pokok akan terus merangkak naik, biaya transportasi menjadi mahal hingga banyak masyarakat yang kehidupannya akan menyentuh garis kemiskinan. Itu semua yang ada di bayangan kita.
Sehingga wajar saja jika setiap ada kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, pastilah rentetan aksi penolakan dan unjuk rasa masyarakat bermunculan di semua daerah.
Tapi tahukah anda, subsidi BBM yang diberikan Pemerintah ternyata kurang tepat sasaran dan jauh dari rasa keadilan. Kok bisa?. Kondisi dilapangan menunjukkan subsidi BBM dan listrik yang diberikan pemerintah tenyata banyak dinikmati oleh golongan masyarakat mampu. Penelitian Bank Dunia pun menunjukkan 77% alokasi subsidi BBM kebanyakan dinikmati oleh Masyarakat dengan penghasilan tinggi per bulannya.
Selain itu, semua orang pasti setuju dengan tingginya harga BBM tersebut menimbulkan efek terhadap harga barang kebutuhan pokok akan terus merangkak naik, biaya transportasi menjadi mahal hingga banyak masyarakat yang kehidupannya akan menyentuh garis kemiskinan. Itu semua yang ada di bayangan kita.
Sehingga wajar saja jika setiap ada kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, pastilah rentetan aksi penolakan dan unjuk rasa masyarakat bermunculan di semua daerah.
Tapi tahukah anda, subsidi BBM yang diberikan Pemerintah ternyata kurang tepat sasaran dan jauh dari rasa keadilan. Kok bisa?. Kondisi dilapangan menunjukkan subsidi BBM dan listrik yang diberikan pemerintah tenyata banyak dinikmati oleh golongan masyarakat mampu. Penelitian Bank Dunia pun menunjukkan 77% alokasi subsidi BBM kebanyakan dinikmati oleh Masyarakat dengan penghasilan tinggi per bulannya.
Kamis, 20 Juni 2013
Kebiasaan buang uang
Dispenser nyala terus, alas tangan atau kue gorengan saja ambil kertas HVS baru, tv nyala terus gk ada yg nonton, AC lupa matiin, air ledeng mengalir trus krn kran rusak. Dan itu terjadi tiap hari di kantor. Kalau dingatkan bilang, "duit negara kan banyak". Tahu kah bahwa, negara ini sudah hampir bangkrut!
Bahkan kalau pun menginap di hotel mewah, tidak berarti boleh buang-buang listrik dan air. Kecuali kalau kita manfaatkan itu sudah menjadi hak kita. Kalau kita buang juga kita tidak dapat untung apa-apa.
Bahkan kalau pun menginap di hotel mewah, tidak berarti boleh buang-buang listrik dan air. Kecuali kalau kita manfaatkan itu sudah menjadi hak kita. Kalau kita buang juga kita tidak dapat untung apa-apa.
Rabu, 12 Juni 2013
Visi & Misi Dialogtika
(Sebuah Proposal)
Oleh: Hamdan In'ami
Seringkali banyak ide-ide dan pemikiran yang ingin kita sampaikan tapi saluran terbatas. Jika melalui Facebook dan blackberry group mungkin kita hanya bisa menulis komentar-komentar pendek. Sangat tidak memadai untuk menguraikan ide pemikiran yang perlu sistematis.
Disamping itu, sasaran pembaca juga sangat terbatas, yaitu hanya pemilik akun facebook dan member group pada blackberry saja. Mau disampaikan di koran sebagai kolom opini, mungkin merasa kurang bisa bersaing dengan opini lain. Apalagi harus melengkapi dengan referensi dan data, tentu butuh pekerjaan yang lebih banyak.
Wal hasil, ide-ide itu akhirnya lenyap begitu saja ditelan oleh waktu. Padahal bukan mustahil jika ide-ide kita itu, apabila disampaikan akan disambut oleh banyak orang dan akhirnya berkembang menjadi topik yang menarik, atau bahkan bisa jadi tema besar sebuah buku.
Melalui Dialogtika ini, kita bisa sampaikan uneg-uneg, ide-ide, dan pemikiran apapun secara singkat padat jelas untuk kita lemparkan ke publik. Caranya pun sangat mudah, yaitu cukup dengan mengirim email pakai Blackberry, Tablet, Ipad, dan gadget apapun langsung akan termuat.
Pembacanya pun tidak hanya untuk kalangan HMI saja tapi untuk orang-orang di seluruh jagat ini. Hanya saja mungkin penulisnya hanya kalangan kita sendiri. Ini juga berkaitan dengan ideologisasi HMI untuk seluruh masyarakat.
Oleh: Hamdan In'ami
Seringkali banyak ide-ide dan pemikiran yang ingin kita sampaikan tapi saluran terbatas. Jika melalui Facebook dan blackberry group mungkin kita hanya bisa menulis komentar-komentar pendek. Sangat tidak memadai untuk menguraikan ide pemikiran yang perlu sistematis.
Disamping itu, sasaran pembaca juga sangat terbatas, yaitu hanya pemilik akun facebook dan member group pada blackberry saja. Mau disampaikan di koran sebagai kolom opini, mungkin merasa kurang bisa bersaing dengan opini lain. Apalagi harus melengkapi dengan referensi dan data, tentu butuh pekerjaan yang lebih banyak.
Wal hasil, ide-ide itu akhirnya lenyap begitu saja ditelan oleh waktu. Padahal bukan mustahil jika ide-ide kita itu, apabila disampaikan akan disambut oleh banyak orang dan akhirnya berkembang menjadi topik yang menarik, atau bahkan bisa jadi tema besar sebuah buku.
Melalui Dialogtika ini, kita bisa sampaikan uneg-uneg, ide-ide, dan pemikiran apapun secara singkat padat jelas untuk kita lemparkan ke publik. Caranya pun sangat mudah, yaitu cukup dengan mengirim email pakai Blackberry, Tablet, Ipad, dan gadget apapun langsung akan termuat.
Pembacanya pun tidak hanya untuk kalangan HMI saja tapi untuk orang-orang di seluruh jagat ini. Hanya saja mungkin penulisnya hanya kalangan kita sendiri. Ini juga berkaitan dengan ideologisasi HMI untuk seluruh masyarakat.
Langganan:
Komentar (Atom)